Peneliti  Temukan Metode Identifikasi Baru untuk Buka Kunci Smartphone, dengan Bernapas!

Peneliti  Temukan Metode Identifikasi Baru untuk Buka Kunci Smartphone, dengan Bernapas!

nikaniku.com – Peneliti  Temukan Metode Identifikasi Baru untuk Buka Kunci Smartphone, dengan Bernapas!. Pengguna smartphone bisa saja berpikir, sosialisasi paras sebagai metode paling kondusif sekaligus identifikasi paling baik. Tapi ternyata hal tersebut tak berlaku terkecuali pengguna mengenakan masker sebab bukan akan bekerja secara maksimal.

Meski begitu, terhadap beragam perangkat metode sosialisasi paras serupa sekali tak dapat digunakan kala pengguna pakai masker.
Bukan sanggup dimungkiri, sejumlah smartphone, layaknya iphone 12 atau versi lebih baru menopang kerja pengenal paras (Face Id) meski tengah mengenakan masker. Tapi, hal ini juga vital strata keamanannya berkurang.

Untuk itulah, sekelompok peneliti dan mahasiswa mencoba meneliti solusi baru untuk mengidentifikasi dan menolong buka kunci smartphone. Meski tampaknya cara baru ini menarik, tersedia segudang kesulitan tekhnis didalam implementasinya.
Belum lama ini, peneliti di Kyushu University dan University of Tokyo Jepang menghadirkan metode baru untuk terhubung smartphone, di mana pengguna sekedar mesti bernapas.

Untuk jelas bagaimana metode ini terjadi, kami wajib berkenalan bersama dengan sebagian istilah. Misalnya tersedia yang disebut “Hidung elektronik” atau electronic nose yang mengenakan sensor penciuman.

Bersama dengan begitu teknologi dapat menganalisis beraneka bau di udara dan secara seksama mengidentifikasi komponen bau itu.
Didalam industri makanan, hidung elektronik sanggup digunakan untuk mendeteksi makanan mana yang digunakan dan apakah rasanya enak atau bukan.

Bagaimana Bedakan Napas Milik Seseorang?

Kemudian bagaimana smartphone dapat mengerti napas eksklusif adalah milik siapa? Rupanya, komposisi napas yang diembuskan seseorang amat kompleks.

Misalnya ketika kami tengah makan, napas kami juga barubah. Tapi, tiap-tiap orang punyai kemistri unik didalam napas. Meski begitu, menurut para peneliti, udara yang diembuskan kemungkinan untuk mengidentifikasi sejumlah penyakit, misalnya diabetes.

Hasil belajar mengungkap, tersedia setidaknya 28 senyawa didalam satu napas. Para peneliti kenakan 16 sensor bau. Tiap tiap saluran dapat mengidentifikasi lebih dari satu bau.

Tak sekedar tersebut, para peneliti memakai machine learning untuk menganalisis komposisi kimia berasal dari napas tiap orang. Uniknya, metode ini punya taraf akurasi mencapai 97,8 prosen.

Bicara tentang taraf akurasi, taraf akurasi sosialisasi paras atau face recognition adalah 99,97 %. Pas akurasi pemindai sidik jari adalah 98,6 prosen.

Belum Dapat Diaplikasikan

Peneliti  Temukan Metode Identifikasi Baru untuk Buka Kunci Smartphone, dengan Bernapas!

meski begitu, skala penelitian terkait pengenal napas ini masih benar-benar kecil supaya hasilnya bukan dapat diakui wajar. Bersama kata lain, teknologi pengenal napas ini belumlah matang.

Asal sadar saja, metode mengakses kunci telephone pakai pengenal napas bukanlah hal yang paling aneh. Pasalnya, tersedia segudang cara otentikasi biometrik.

Semuanya kenakan fitur unik. Tetapi terlepas berasal dari tersebut, pas ini udah tersedia sosialisasi iris (Mata), Dna, pemindaian saluran telinga, pemindaian pembuluh darah jari, frekuensi magnetik, dan lain-lain.

Tapi seluruh metode ini bukan mampu menambahkan identifikasi yang ideal. Alasannya, di dalam bermacam keadaan, ciri hal-hal di atas bisa saja berubah.

Bersama begitu, karakteristik biometik di atas akan terus jadi milik seseorang, namun platform bisa saja bukan selalu mengenalnya. Tak hanya tersebut, semuanya merupakan metode fisik, menjadi waktu seseorang cedera, karakteristik biometrik di atas kemungkinan akan berubah bentuk.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *