Cara Jepang Atasi Masalah Sampah Plastik di Toko, Konsumen Diminta Bawa Wadah Sendiri

Cara Jepang Atasi Masalah Sampah Plastik di Toko, Konsumen Diminta Bawa Wadah Sendiri

nikaniku.com – Cara Jepang Atasi Masalah Sampah Plastik di Toko, Konsumen Diminta Bawa Wadah Sendiri. Pembeli di Jepang Kini mampu membawa wadah yang bisa digunakan ulang untuk membeli makanan dan barang-barang lainnya. Pemakaian wadah ini berdasarkan berat atau volume untuk kurangi jumlah kemasan plastik yang mereka bawa pulang berasal dari supermarket sambil kurangi pemborosan makanan.

Dikutip berasal dari Japan Today, Senin, 5 September 2022, konsumen di Negeri Sakura dihadapkan terhadap jumlah kemasan plastik yang terlampau tak terhitung selagi berbelanja di supermarket dibandingkan bersama negara lain. Ini sebabkan corporate eksklusif dan pelanggan setia mereka bertindak lebih ramah lingkungan.

Di beragam tempat di negara ini, orang-orang membawa wadah mereka sendiri yang sanggup digunakan ulang ke toko dan membeli apa yang mereka butuhkan. Saat, produsen timbangan udah mengembangkan perangkat yang secara otomatis mengidentifikasi dan menimbang product untuk melayani permintaan yang meningkat akan cara baru berbelanja di toko-toko besar.

Toko spesiļ¬k Poco Mucho, yang dibuka di kota Fukuoka terhadap April 2020, menjual lebih kurang 200 bahan makanan dan keperluan sehari-hari menurut beratnya. Toko ini menjual pistachio asap seharga 80 yen (Rp8.400 ribu) per 10 gram dan selai kacang seharga 55 yen (Rp5.800) bersama dengan harga yang mirip.

Konsumen Membayar product sehabis ditimbang didalam kantong kertas atau botol yang disediakan toko. Pelanggan terima diskon tiga % terkecuali mereka membawa tas atau wadah belanja sendiri.

Pencerahan Lingkungan

“Saya mencuci botol kecil saya pas telah kosong dan membawanya ketika saya ulang,” kata seorang perawat berusia 38 year yang merupakan pembelanja terus di Poco Mucho.

“Kekuatan tariknya adalah Kamu dapat membeli sedikit demi sedikit, sebanyak yang Kamu mau makan,” katanya.

Motoki Yanase, manajer Poco Mucho, mengatakan, “Saya berharap pelanggan tingkatkan pencerahan lingkungan mereka sambil nikmati berbelanja di sini.”

Toko-Toko di Eropa dan Amerika Perkumpulan sudah mulai berupaya untuk kurangi sampah plastik. Di Prancis, tersedia gerakan untuk menghapus pemanfaatan plastik untuk pembungkus dan pengemasan product.

Di Jepang, kontainer dan kemasan menyumbang lebih berasal dari 60 prosen sampah tempat tinggal tangga berdasarkan volume, menurut Kementerian Lingkungan Hidup, bersama supermarket dan pengecer besar lainnya hampir bukan barangkali menghindari plastik bersama menjual barang, lebih-lebih buah-buahan dan sayuran, didalam bungkus individual.

Kementerian mengatakan sampah tempat tinggal sanggup dikurangi secara berarti kalau lebih segudang pembeli membawa tas dan wadah belanja mereka sendiri.

Upaya Deretan Perusahaan

Cara Jepang Atasi Masalah Sampah Plastik di Toko, Konsumen Diminta Bawa Wadah Sendiri

toko-Toko di Distrik Perbelanjaan Hagoromo di Tachikawa, Tokyo barat, mempromosikan bonus untuk mendorong pelanggan membawa tas dan wadah belanja mereka sendiri.

Misalnya, Sayamaen, pengecer teh Jepang, membagikan stiker, yang mampu ditukarkan untuk pembelian akhirnya, kepada pelanggan yang membawa kaleng teh sendiri.

“Eco-Shopping Diterima begitu saja oleh pelanggan dan toko di sini,” kata Kazuko Ikeya, manajer Sayamaen yang berusia 69 year.

Di antara pengecer besar, Lawson Inc. menjual permen dan keperluan sehari-hari berdasarkan volume di 10 toko serba tersedia Lawson atau Natural Lawson di prefektur Tokyo dan Kanagawa.

Lalu, Kao Corp., produsen perlengkapan mandi dan kosmetik terkemuka, sudah memulai uji coba bersama menjual deterjen dan pelembut kain berdasarkan volume di lebih dari satu toko obat di prefektur Chiba dan Kanagawa.

Sedangkan, pengecer buah Dole Japan Inc. sudah mendirikan ruang di supermarket di Tokyo dan sekitarnya untuk menjual pisang menurut beratnya. tapi, peralihan ke metode penjualan ini mampu jadi proses yang lambat.

Gunakan Teknologi Al

berlanjut bersama dengan pembuat mesin Teraoka Seiko Co. Mereka mencoba menjawab tantangan itu bersama mengembangkan alat pengukur. Alat itu dilengkapi bersama dengan Kecerdasan Protesis (Artificial Intelligence) atau AI yang secara otomatis akan mengenali sayuran atau buah di atas nampan kenakan teknologi diagnostik gambar.

Sehabis mengerti item yang akan diukur, alat tersebut akan menimbangnya dan mencetak label harga. Kala ini, sayuran dan buah-buahan bersama dengan ukuran berbeda kerap dijual bersama dengan harga yang mirip asalkan bentuknya serupa. Sebab harga sekarang mampu ditentukan berdasarkan berat, “Kita sanggup menjual barang-barang yang diakui bukan baku,” demikian kata seorang pejabat Teraoka.

“Selagi pembungkus product secara individual baik untuk melindungi mutu, seruan untuk perubahan konduite untuk kurangi sampah plastik semakin meningkat,” kata Toshiya Kayama, seorang peneliti senior Mitsubishi UFJ Research and Consulting Co. yang akrab bersama persoalan lingkungan.

“Penjualan bersama dengan pengukuran cenderung jadi lebih luas dikarenakan efektif didalam menarik pembeli berulang,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *